pasang iklan gratis

Monday, August 20, 2012



Tags : iklan gratis pasang iklan gratis iklan baris gratis pasang iklan gratis di internet sebar iklan gratis pasang iklan gratis di google iklan baris kaskus tokobagus pasang iklan baris gratis pasang iklan lowongan kerja gratis pasang iklan gratis di google pasang iklan rumah gratis sebar iklan gratis iklan gratis pasang iklan baris gratis iklan baris gratis online iklan baris gratis kompas pasang iklan baris gratis tanpa daftar pasang iklan gratis iklan baris poskota

selengkapnya......

Berbicara Kepada Si Kecil

Sunday, February 20, 2011

Berbicara dan bercanda dengan bayi Anda termasuk bagian yang paling menyenangkan sebagai orang tua baru. Namun, aktifitas ini bukan sekedar kesenangan… ternyata bayi Anda juga akan belajar banyak lho melaluinya!

Setiap kali bermain bersama bayi Anda, sangatlah penting untuk menciptakan interaksi timbal balik yang penuh dengan kelembutan.
Tersenyumlah kepadanya dan tunggu dia untuk memperhatikan seksama wajah Anda dan membalas senyuman Anda.

Jika ternyata dia tersenyum kembali, Anda sebaiknya tersenyum lebih lebar lagi sambil menganggukkan kepala Anda. Dengan demikian dia akan tahu bahwa Anda senang jika dia membalas senyuman Anda.

Lakukan hal yang sama jika dia mengoceh. Balaslah ocehannya dengan senyuman dan tirulah ocehannya lagi. Jika dia membalas, maka balaslah lagi. Lakukanlah hal ini berulang-ulang.

Beginilah cara bayi Anda belajar berinteraksi dengan orang lain. Dengan cara ini pula dia menyadari bahwa Anda memperhatikannya. Ketika Anda berbicara kepada bayi Anda, maka suatu yang sangat penting terjadi… dia menyimak setiap perkataan Anda dan belajar membuat bunyi yang sama.

Bayi Anda belajar dengan cepat lho! Setiap Anda berbicara dengan lembut kepada bayi Anda dan ia membalasnya, maka Anda mulai mengenali suaranya. Seandainya Anda kemudian meniru suaranya, maka si kecil akan semakin bersemangat untuk membuat berbagai suara lainnya.

Si kecil sudah mulai belajar banyak hal semenjak dia lahir. Ketika Anda berbicara kepadanya, walaupun dia belum memahami apa yang Anda katakan, tetapi sebenarnya Anda sedang membantu otaknya berkembang.

Selain itu, dengan sering berbicara kepada bayi Anda, ia akan mengenal suara Anda sebagai orang tuanya dan ini akan semakin menguatkan ikatan antara kalian. ?

Selain berbicara, Anda juga bisa membacakan cerita kepadanya. Semakin dini kegiatan membaca ini Anda lakukan, pengaruhnya akan semakin besar untuk perkembangannya ke depan nanti.

Mulailah membaca untuknya dengan suara agak keras dan tidak perlu terlalu lama, karena ia hanya mampu menyimak dalam waktu yang singkat. Cukup beberapa menit saja, namun boleh agak sering.
Bayi Anda akan suka melakukan aktifitas apa saja berulang-ulang.

(bid/berbagai sumber)




selengkapnya......

Si Empeng Yang Kontroversial

Sunday, February 13, 2011

Empeng alias pacifier alias binky ini ternyata menimbulkan kontroversi yang cukup ‘seru’ di kalangan orangtua (apalagi orangtua baru !). Mungkin Anda termasuk orangtua yang ’anti’, karena pernah mendengar atau membaca pengaruh buruk penggunaan empeng terhadap kesehatan maupun kebiasaan anak. Rekomendasi WHO dalam 10 Langkah Sukses Menyusui, juga ’melarang’ pemakaian empeng atau dot pada bayi-bayi ASI.

Tapi tahukah Anda, tidak selamanya si binky ini buruk. Dia juga ada manfaatnya lho, asalkan digunakan pada saat-saat ia benar-benar dibutuhkan (key times), selalu dijaga kebersihannya, dan orangtua tahu kapan menghentikannya sebelum mengempeng menjadi kebiasaan buruk si kecil. Semoga informasi berikut ini dapat menambah wawasan Anda tentang pemakaian empeng.

Bayi tak butuh empeng (pacifier)
Faktanya: Bayi, terutama yang baru lahir, sering perlu ditenangkan. Terutama ketika mereka merasa lelah, bosan atau karena merasa belum nyaman dengan “dunia barunya”. Semua bayi, bahkan yang baru lahir, punya kebutuhan untuk mengempeng. Sebenarnya, sejak masih di dalam rahim pun janin sudah mengempeng jempolnya sendiri. Mengempeng memberikan efek menenangkan pada bayi sehingga ia dapat membuat dirinya sendiri merasa nyaman. Jika Anda sudah melakukan berbagai cara untuk menenangkan bayi Anda, - menyusui, mengayun-ayun, menggendong, menyanyikan lagu untuknya- tapi tidak berhasil juga, maka memberi empeng sebagai upaya terakhir untuk menenangkan si kecil, juga tidak ada salahnya.

Empeng (pacifier) dapat menyebabkan bayi mengalami bingung puting dan mengganggu kelancaran proses menyusui.
Faktanya: Ada benarnya. Namun, kedua hal itu dapat dihindari kalau empeng digunakan secara bijak. Sesungguhnya, bayi jauh lebih pintar dari yang Anda kira, lho!, dan tentu saja mereka tahu benar perbedaan antara puting ibu dengan empeng. Ketika tiba waktunya untuk menyusu, ibunya lah yang ia inginkan. Meski demikian, jangan kenalkan empeng sebelum bayi Anda memiliki pola menyusu yang stabil, yang biasanya dicapai setelah usia 1 bulan. Tujuannya, agar bayi Anda terlebih dulu ‘menguasai’ teknik menyusu. Jangan pula berikan empeng untuk menunda waktu menyusui. Sebelum memberikan empeng, pastikan bahwa bayi Anda tidak sedang lapar. Kalau bayi Anda lapar, segera susui dia. Kalau Anda selalu terburu-buru menjejalkan empeng ketimbang menawarkan ASI terlebih dulu setiap kali si kecil rewel, Anda jadi jarang menyusuinya. Akibatnya, produktivitas ASI Anda akan terganggu karena ASI itu diproduksi atas dasar supply on demand. Sebenarnya, penggunaan empeng secara bijak malah membantu untuk meningkatkan kualitas menyusui. Mengapa demikian? Karena, jika empeng dapat menenangkan bayi maka ibu dapat menikmati beberapa jam tidur yang tak terganggu. Dengan istirahat yang cukup, tubuh dan pikiran ibu akan lebih segar. Keduanya merupakan modal untuk meningkatkan produksi ASI.

Penggunaan empeng dapat merusak struktur gigi-geligi anak
Faktanya: Tergantung dari frekuensi, intensitas dan lamanya anak menggunakan empeng. Jika bayi Anda hanya sesekali mengempeng dan hanya sampai ia berumur 1 tahun, maka Anda tidak perlu khawatir dengan perkembangan giginya. Tapi jika anak Anda adalah “pengempeng” aktif dan meskipun umurnya sudah lebih dari 1 tahun ia masih tidak bisa lepas dari si binky, sebaiknya Anda segera berusaha untuk ‘menyapih’ si kecil dari empengnya. Karena hal tersebut dapat membuat gigi-geliginya tumbuh tidak sebagaimana mestinya, misalnya gigi menjadi agak maju (tonggos). Meskipun itu masih gigi susu, tetapi perkembangannya juga menentukan pertumbuhan dan letak susunan gigi permanennya nanti.

Susah sekali melepaskan si kecil dari empengnya
Faktanya: Kebanyakan bayi akan mengurangi sendiri ketergantungannya pada empeng di kisaran umur 6 – 9 bulan, ketika ia mulai merangkak dan menjadi lebih tertarik pada hal-hal lain. Saat bayi Anda menunjukkan tanda-tanda tidak atau kurang tertarik pada empengnya, jangan sodorkan empeng lagi. Mungkin akan lebih sulit melepaskan empeng pada saat bayi akan tidur malam. Tapi sebaiknya begitu umur 2 tahun, anak sudah benar-benar lepas dari empengnya. Usahakan untuk mulai menyapih (dari empeng) sebelum anak/bayi berusia 1 tahun. Mungkin orangtua tidak ’tega’, tapi perlu diketahui, proses penyapihan empeng ini jauh lebih mudah dilakukan di usia 1 tahun daripada ketika anak sudah lebih besar (2-3 tahun).

Sekali bayi mengempeng, ia akan tergantung pada benda tersebut untuk bisa tidur.
Faktanya: Ada benarnya, meski hal itu tidak selamanya buruk. Jika empeng dapat membuat bayi Anda cepat tidur dan membantunya membangun rutinitas tidur, tentu hal ini baik bagi Anda dan si kecil. Meski begitu, Anda juga harus mengajarkannya untuk tidak memakai empeng sepanjang malam. Bila bayi Anda sudah pulas dan si empeng terlepas, jangan masukkan kembali empeng tersebut ke mulutnya. Kalau ia terbangun, jangan buru-buru memasukkan kembali si binky, coba gunakan ’jurus-jurus’ lainnya terlebih dulu untuk menidurkan si kecil kembali. Pelan-pelan cobalah untuk menciptakan ritual sebelum tidur lainnya, untuk mengalihkan perhatian bayi/anak dari empeng. Membaca buku cerita bersama, misalnya.

Penggunaan pacifier dapat mengurangi resiko sindroma bayi meninggal mendadak (SIDS)
Faktanya: Benar, meskipun tidak berarti mutlak dapat mencegah SIDS. Menurut hasil penelitian (yang dilakukan oleh Fern R. Hauck, M.D., seorang associate professor di bidang pengobatan keluarga di University of Virginia Health System di Charlottesville), bayi-bayi yang menggunakan pacifier ketika tidur ternyata memiliki penurunan resiko mengalami SIDS sebanyak 3 kali dibandingkan mereka yang tidak menggunakan empeng. Karena mulutnya mengempeng, otomatis posisi muka bayi ketika tidur selalu menghadap ke atas (tidak tengkurap), sehingga pernafasannya lebih lancar.

Penggunaan empeng dapat menyebabkan bayi atau batita terkena infeksi telinga.
Faktanya: Benar. Aktivitas menyedot yang terjadi ketika bayi mengempeng dapat “menarik” cairan dari kerongkongan ke saluran tengah telinganya. Hal ini menyebabkan telinga si kecil lebih mudah terinfeksi bakteri. Teori yang lainnya adalah bayi-bayi bisa sakit akibat terpapar kuman-kuman yang mungkin ada pada empeng dotnya. Karenanya, bersihkan dan sterilkan empeng setiap hari dan jangan biarkan bayi maupun anak Anda yang lain bermain-main dengan empeng tersebut. Sangat dianjurkan, di usia 2 tahun batita Anda sudah bebas dari empeng.

Penggunaan empeng dapat mengganggu/menghalangi perkembangan kemampuan verbal anak (speech problems).
Faktanya : Benar, jika intensitas & frekuensi mengempeng bayi/anak tinggi. Mengempeng membuat bayi/anak merasa tenang, sehingga ia lebih senang ’mengenyot’ daripada ’mengoceh’. Padahal dengan mengoceh, bayi belajar berbicara. Kebiasaan mengempeng pada anak batita, membuat anak ’malas’ berceloteh. Padahal dengan banyak bicara/berceloteh, anak belajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasanya. Oleh karena itu, jangan berikan empeng pada saat bayi terjaga. Dorong bayi Anda untuk mengeksplorasi lingkungan sekelilingnya, ketika ia sedang terjaga.

Nah, jika Anda memutuskan untuk memberi bayi Anda empeng, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:
ü Jangan terlalu dini mengenalkan empeng. Tunggu hingga bayi Anda berusia 2-3 bulan, atau setidaknya 1 bulan.
ü Jangan terburu-buru memberikan empeng. Cobalah cara-cara lain terlebih dulu untuk menenangkan atau membuat nyaman si kecil.
ü Batasi pemakainnya. Gunakan empeng hanya pada saat-saat dimana berbagai jurus lain untuk menenangkan si kecil tak berhasil. Misalnya, ketika bayi sedang kolik atau sering terbangun malam.
ü Simak pula Tips untuk Menggunakan Pacifier Secara Higienis dan Aman berikut ini.


fr.ibudananak.com

selengkapnya......

Mengukur Suhu Tubuh Bayi

Thursday, February 10, 2011

Kini tersedia aneka jenis termometer di pasaran. Mana yang paling oke?
Suhu tubuh normal manusia adalah 36,5-37,5ºC. Jika naik mencapai 38ºC atau lebih, barulah disebut demam. Dan sebenarnya, demam adalah tanda tubuh sedang terinfeksi bakteri atau virus.
Kenali jenis-jenisnya
Kalau dulu Anda hanya mengenal termometer konvensional yang terbuat dari kaca dan berisi air raksa, maka kini ada beberapa jenis termometer digital di pasaran. Lalu apa kelebihannya?
Yang pasti, termometer digital dijamin akurat, karena memperlihatkan angka sampai bilangan yang terkecil. Juga, termometer jenis ini praktis dan hasil pengukurannya sangat cepat.
Sayangnya, termometer digital sangat rentan terhadap udara lembap dan air. Belum lagi, harganya lebih mahal ketimbang yang konvensional.
Di mana mengukurnya?
Bagian badan si kecil yang bisa jadi tempat meletakkan termometer adalah ketiak, mulut dan anus. Namun, akhir-akhir ini, teknologi termometer kian canggih, sehingga termometer bisa juga ditaruh di telinga dan dahi.
Hanya saja, termometer kaca sama sekali tidak dianjurkan untuk ditaruh dalam mulut bayi. Kenapa? Kalau pecah maka air raksa akan meracuni bayi.
Bagaimana termometer dimasukkan lewat anus? Sebenarnya, tidak jadi soal. Tapi, Andalah yang justru sering tidak tega melakukannya. Anda takut kan kalau-kalau memasukkannya terlalu dalam, sehingga malah mencederai si kecil? Makanya, mengukur suhu tubuh melalui anus sebaiknya dilakukan oleh petugas kesehatan saja. 

Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: dr. Setyadewi Lusyati, SpA, KK Perinatologi, RSAB Harapan Kita, Jakarta

Ukur secara Berkala
• Jika si kecil demam,

pantau kondisinya dengan cara mengukur suhu tubuhnya secara berkala. Kira-kira setiap 4-6 jam.
• Segera bawa ke dokter, bila suhu tubuhnya meningkat hingga lebih dari 40ºC.
• Bila suhu tubuh bayi masih berkisar antara 38-39º C, tunggu sampai ± 3 hari. Jika suhu tubuhnya tidak turun-turun juga, cepat bawa ke dokter.
Ini Penting Juga!
• Agar hasil pengukuran termometer akurat, tunggu sampai bayi Anda pulas dulu. Maklum, si kecil biasanya merasa geli kalau ketiak atau telinganya dimasukkan benda asing!
• Termometer khusus dahi belum banyak dijual di pasaran. Meski begitu, cara pemakaiannya mirip dengan termometer digital khusus telinga. Cuma, setelah menekan tombol pada body termomer, gerakkan termometer dari kiri ke kanan. Begitu pula sebaliknya









(bid/berbagai sumber)

selengkapnya......
 
 
 

Total Pageviews