Mengingat kompleksnya organ telinga, jangan sembarangan membersihkannya.
Susunan organ telinga tidak hanya terdiri dari daun telinga, melainkan ada bagian luar dan dalam telinga. Yang harus mendapat perhatian ekstra adalah bagian dalam telinga, karena di sini terdapat organ-organ pendengaran. Jangan sekali-kali Anda membersihkan bagian dalam telinga bayi, karena pendengarannya bisa jadi korbannya.
Ini kiatnya!
Banyak orang tua takut membersihkan telinga bayinya yang baru lahir. Karena, biasanya bayi bergerak-gerak terus, sehingga Anda takut melukai telinganya atau membuat kapas bertangkai (cottonbud) malah terdorong masuk ke telinga bagian dalam.
Tak perlu takut membersihkan telinga bayi. Dengan memperhatikan hal-hal berikut, telinga bayi Anda jadi bersih dan pendengarannya pun tak terganggu.
• Bersihkan telinga bagian luar. Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga dan lubang telinga. Kerangka daun telinga dan sepertiga bagian luar lubang telinga terdiri dari tulang rawan yang elastis, sehingga aman untuk dibersihkan.
• Jangan bersihkan lubang telinga bagian dalam. Bagian ini belum bisa dimasuki kapas bertangkai. Selain itu, kotoran telinga bayi berbeda dengan orang dewasa yang lebih rentan terhadap debu dan cepat kotor.
• Senandungkan lagu-lagu lembut dan ajak bayi “bercakap-cakap”, agar kegiatan membersihkan telinga menyenangkan hatinya.
• Siapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan, seperti baby oil, kapas bertangkai dan kapas bulat.
• Basahi kap as bulat dengan baby oil, angkat kepala bayi,
lalu bersihkan bagian depan dan belakang daun telinga dengan hati-hati. • Bersihkan ceruk-ceruk (lekukan) pada daun telinga dengan kapas bertangkai yang sebelumnya sudah diberi baby oil. Lakukan hal yang sama untuk telingan lainnya. • Selesai membersihkan, keringkan telinga si kecil dengan handuk atau kain yang lembut. (bid/berbagai sumber)
Bersendawa setelah minum susu penting bagi bayi, sebab akan menghindarkannya dari perut kembung.
Ketika bayi Anda menyusu, seringkali udara ikut-ikutan masuk bersama susu. Biasanya, volume udara yang tertelan oleh bayi yang minum ASI lebih sedikit ketimbang bayi yang minum susu botol. Nah, volume udara yang masuk ini akan lebih banyak lagi jika cara menyusunya kurang tepat, si kecil tidak tenang, atau baru saja menangis berkepanjangan akibat marah atau kelaparan. Kok, bisa? Ketika susu masuk ke dalam lambung bayi, udara yang masuk ‘tertahan' di bagian atas lambung. Akibatnya, perutnya kembung. Bayi pun jadi rewel.
Untuk menghindari perut bayi kembung, segera sendawakan setelah ia menyusu pada masing-masing payudara. Sebenarnya, ada 3 posisi yang umum digunakan untuk menyendawakan bayi. Tapi, setiap bayi biasanya punya posisi favorit yang ‘menurutnya' paling nyaman. Jadi, pandai-pandailah ‘membaca' isi hatinya.
• Posisi menghadap ke belakang
• Letakkan handuk kecil atau saputangan pada bahu Anda untuk menahan muntahan susu.
• Gendong bayi menghadap ke belakang dengan bertopang pada bahu Anda.
• Tegakkan tubuhnya dan biarkan kepalanya bersandar di bahu Anda.
• Gunakan satu tangan untuk menahan tengkuk dan bokongnya, sementara tangan lainnya mengelus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.
• Posisi tengkurap di pangkuan
• Telungkupkan si kecil di atas pangkuan.
• Topanglah dadanya dengan tangan agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari tubuhnya. • Elus-elus punggungnya sampai dia bersendawa. • Posisi digendong di depan • Gendonglah bayi dengan cara menyangga tengkuk dan bokong di depan tubuh Anda. • Usahakanlah agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari dadanya. • Letakkan handuk kecil atau saputangan di dadanya untuk menampung muntahan. • Elus-elus punggungnya sampai dia bersendawa. (bid/berbagai sumber)
Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk menggantikan semua itu.
Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini. Ditanggung Anda langsung mahir menggendong si buah hati!
• Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.
• Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.
• Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.
• Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain (bid/berbagai sumber)
Sekarang ini berbagai perlengkapan bayi semakin beragam dan juga makin lucu-lucu modelnya. Alhasil, kalau tidak hati-hati, Anda bisa lupa diri dan memborong banyak barang yang mungkin sebenarnya tak esensial. Itulah pentingnya membuat daftar kebutuhan. Tidak ada salahnya Anda membuat break down rinci dari kebutuhan (calon) bayi. Selain perabotan seperti boks/tempat tidur, changing table, lemari atau rak pakaian, bayi juga membutuhkan banyak perlengkapan lainnya, mulai dari pakaian, kosmetik bayi, kereta dorong (stroller), dan lain-lainnya. Anda dapat mengelompokkan menurut jenis barang maupun sifat kegunaannya. Setelah itu, Anda dapat menentukan barang-barang apa yang akan Anda prioritaskan untuk dibeli. Tak ada salahnya bila Anda menerima hand me downs (lungsuran) dari saudara. Ini malah menguntungkan, karena Anda dapat mengalokasikan dana untuk hal atau keperluan lain.
Kebutuhan Pakaian dan Perlengkapan dari Kain Lainnya
- Minimal 2 lusin (24 buah) popok kain. Pilih yang tidak terlalu tipis tapi mudah menyerap air (misalnya, kain tetra), atau
- Bila Anda memutuskan untuk menggunakan popok sekali pakai, perhatikan benar jenis dan modelnya. Bagi bayi baru lahir, gunakan popok sekali pakai yang memang khusus untuk bayi baru lahir. Popok jenis ini memeliki lekukan di bagian depannya, tujuannya agar tidak menutupi pusar yang belum lepas.
- 1 lusin (12 buah) blus tak berlengan. Pilih bahan yang mudah menyerap keringat, bisa katun atau bahan kaus yang halus dan tidak tebal.
- 1 lusin (12 buah) blus berlengan pendek. Pilih bahan yang sama seperti blus tak berlengan.
- 3-6 buah blus tangan panjang dengan jenis bahan yang sama seperti kedua jenis blus diatas. Bila Anda tinggal di daerah yang cuacanya dingin, mungkin bayi Anda membutuhkan lebih banyak.
- Kain flanel. Meski Anda tidak berencana untuk membedong bayi, sebaiknya tetap sediakan barang ini. Anda dapat menggunakannya sebagai selimut harian atau alas perlak. Bila bayi Anda menggunakan popok kain, sediakan minimal 2 lusin (24 buah).
- 6-12 pasang kaus kaki atau lebih, bila sehari-hari bayi Anda lebih sering memakai popok kain.
- 2 buah topi bayi
- 2 buah selimut bayi
- Minimal 2 buah seprai.
- Minimal 2 buah handuk besar (untuk alas mandi atau menutup tubuh bayi setelah dimandikan)
- Minimal 2 buah handuk kecil (untuk mengeringkan tubuh bayi setelah mandi)
- Minimal 2 buah waslap. Tapi sebaiknya sediakan 4 waslap (2 waslap khusus untuk mandi, dan 2 waslap lagi khusus untuk membersihkan bagian bawah tubuh bayi jika ia buang air besar).
- Ada baiknya menyediakan celana pendek (setidaknya 1 lusin) dan celana panjang (lebih sedikit dari celana pendek), karena sekarang ini orantua cenderung memakaikan popok untuk bayinya hanya 1-2 bulan saja.
- Bagi Anda pengguna setia popok kain, jangan lupa untuk menyediakan;
--3-4 celana plastik --2 buah perlak. 1 khusus untuk di boks/tempat tidur bayi, 1 lagi untuk diletakkan selain di boks. --Popok sekali pakai untuk cadangan (tak perlu banyak). Catatan Tambahan : - Bila Anda memutuskan untuk menggunakan popok sekali pakai sebagai popok harian si kecil, Anda harus tertib mengganti popok dan benar-benar memperhatikan kebersihan area genitalnya. Sesekali, biarkan bayi Anda bebas dari popok sekali pakai selama 1 hari penuh agar kulit, di daerah yang biasanya tertutup, dapat ’bernafas’. - Bila Anda berencana untuk memakaikan sarung tangan kepada si kecil, Anda harus mengganti sedikitnya 2 kali sehari. Tak perlu menyediakan terlalu banyak (4-6 pasang cukup, karena memakaikan sarung tangan lebih dari 1 bulan juga tidak dianjurkan. Setiap mengganti sarung tangan, pastikan Anda membersihkan telapak tangan bayi. Buka kepalan tangannya, lap dengan waslap basah. Sela-sela jari-jarinya juga harus dibersihkan. Setelah kering benar, baru pakaikan sarung tangan yang baru. - Meskipun Anda mulai memakaikan celana pada bayi, sebaiknya jangan buru-buru menyingkirkan popok-popok kainnya. Sampai bayi Anda bisa tengkurap (3-4 bulan), memakaikan popok kain terbukti lebih praktis dan memudahkan kerja Anda bila si kecil buang air besar, apalagi di malam hari. fr. ibudananak.com